10 Informasi Penting yang Harus Kamu Ketahui tentang Ujian Nasional Online

Diposting pada: 2017-01-17, oleh : Delta, Kategori: Tanpa Kategori

Tahun ini, Ujian Nasional (UN) 2016 dilaksanakan sebanyak tiga kali. Ujian kedua lah yang harus menjadi fokus utamamu karena ia merupakan UN Utama 2016. Akan ada dua tipe pelaksanaan, yaitu Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) yang juga disebut dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Apabila sekolah kamu terdaftar sebagai peserta UNBK, kamu wajib mengetahui sepuluh informasi penting tentang UNBK berikut ini.

1. Sudah Diterapkan Sejak Tahun 2014
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang baru menerapkan UNBK di sekolah-sekolah unggulan terpilih pada tahun 2015. Tapi, sebetulnya, UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014, lho. Saat itu, pelaksanaannya baru dilakukan secara terbatas di SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan SMP Indonesia Singapura. Karena merasa cukup puas dengan hasilnya, Kemendikbud pun memutuskan untuk kembali menerapkan UNBK pada tahun 2015 silam.
2. Menggunakan Sistem Semi Online
Quipperian, sebenarnya pelaksanaan UNBK tidak sepenuhnya online. Soal-soal UNBK akan dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal. Lalu, peserta UNBK akan dilayani oleh server lokal secara offline. Nantinya, hasil ujian akan dikirim kembali ke server pusat secara online. Tapi, tetap saja sekolah wajib  memiliki jaringan internet yang kuat agar nantinya pelaksanaan UNBK tidak menemui kendala apapun.
Bagaimana Caranya Kamu Mendapatkan Latihan Soal Ujian Nasional SMA?
3. Dilakukan Secara Bertahap
Pelaksanaan UNBK tidak terlepas dari yang namanya pro dan kontra. Meski begitu, sepertinya Kemendikbud merasa cukup puas dengan hasil yang mereka dapat. Buktinya, mereka akan kembali menyelenggarakan UNBK pada tahun depan. Sebenarnya, UNBK 2015 masih bersifat percontohan (piloting). Itulah mengapa Kemendikbud menerapkan UNBK secara bertahap dan belum semua sekolah dapat mengikuti sistem UN terbaru ini.
4. Meningkatnya Jumlah Sekolah yang Terdaftar
Pada tahun 2015, ada 556 sekolah yang terdaftar menjadi peserta UNBK, yakni 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 provinsi dan luar negeri. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah unggulan dengan standar khusus yang ditetapkan Kemendikbud. Untuk tahun 2016, jumlah sekolah yang akan mengikuti UNBK diperkirakan akan meningkat. Jumlah tersebut kemungkinan akan naik hingga kurang-lebih 2000 sekolah.
5. Harus Log In Sebelum Mengerjakan
Proses pelaksanaan UNBK diawali dengan memasukkan username dan password berupa kode angka pada layar komputer. Kamu cukup menyalin kedua data tersebut dari kartu ujian yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Jadi, tentu saja kamu wajib membawanya saat ujian. Setelah melakukan log in, petugas operator akan memberikan kode token untuk membuka soal. Kamu tidak akan bisa mengakses soal apabila kamu belum melakukan log in.
6. Hati-Hati dengan Durasi Waktu
Begitu soal dapat diakses, waktu pada komputer akan langsung berjalan. Apabila waktu pelaksanaan tersebut habis, sistem UNBK akan langsung melakukan log out secara otomatis dari akunmu sehingga kamu tidak akan bisa kembali melihat soal. Maka dari itu, pastikan bahwa data dirimu telah terisi dan semua soal telah kamu jawab dengan benar. Coba bayangkan apabila ada soal yang belum kamu isi dan sistem telah ter-log out. Hal tersebut pasti akan membuatmu kehilangan poin.
7. Menghemat Anggaran Negara
Selain menekan kemungkinan adanya kebocoran soal ujian. Kemendikbud menilai bahwa UNBK mampu menekan anggara pengadaan dan penggandaan kertas ujian. Hal ini terbuktu dari hematnya anggaran negara hingga 30%. Umumnya, CBT membutuhkan biaya pencetakan 35 juta ekesmplar naskah soal yang mencapai 560 miliar rupiah dan biaya pendistribusian soal yang mencapai 80 juta rupiah per wilayah. Dengan adanya UNBK, negara bisa mengalihkan biaya tersebut untuk hal-hal penting lainnya.
Soal Ujian Nasional SMA 2016 yang Bisa Kamu Kerjakan Ketika Waktu Senggang!
8. Tidak Perlu Khawatir Listrik Padam
Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran peserta UNBK adalah adanya kemungkinan listrik padam, mengingat bahwa komputer yang digunakan membutuhkan daya listrik agar dapat menyala. Tenang saja, Quipperian. Pemerintah telah meminta pihak sekolah untuk menyiapkan alat pemasok daya tanpa gangguan pada tiap komputer. Perangkat etrsebut mampu memberikan suplai listrik selama delapan jam apabila listrik dari PLN mendadak terputus.
9. Jadwal Pelaksanaan Lebih Lama
Umumnya, CBT dilaksanakan selama tiga sampai empat hari. Tetapi, UNBK 2015 lalu diselenggarakan dalam waktu seminggu. Hal ini disebabkan oleh adanya pembagian tiga sesi ujian agar dapat diikuti oleh seluruh peserta UNBK secara bergantian karena terbatasnya jumlah komputer pada tiap sekolah. Karena sistem tersebut, hanya ada satu mata pelajaran yang diujikan pada UNBK per harinya, membuat jadwal pelaksanaan menjadi lebih lama.
10. Penyusunan Soal Berdasarkan Dua Kurikulum
Kamu mungkin sudah sering mendengar kabar tentang adanya dua kurikulum yang diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia, yakni Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13). Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pun akhirnya menggunakan sistem titik singgung untuk menyusun soal-soal UN 2016. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan menemukan soal dengan materi yang tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya.

Tahun ini, Ujian Nasional (UN) 2016 dilaksanakan sebanyak tiga kali. Ujian kedua lah yang harus menjadi fokus utamamu karena ia merupakan UN Utama 2016. Akan ada dua tipe pelaksanaan, yaitu Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT) yang juga disebut dengan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Apabila sekolah kamu terdaftar sebagai peserta UNBK, kamu wajib mengetahui sepuluh informasi penting tentang UNBK berikut ini.

1. Sudah Diterapkan Sejak Tahun 2014

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang baru menerapkan UNBK di sekolah-sekolah unggulan terpilih pada tahun 2015. Tapi, sebetulnya, UNBK pertama kali dilaksanakan pada tahun 2014, lho. Saat itu, pelaksanaannya baru dilakukan secara terbatas di SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan SMP Indonesia Singapura. Karena merasa cukup puas dengan hasilnya, Kemendikbud pun memutuskan untuk kembali menerapkan UNBK pada tahun 2015 silam.

2. Menggunakan Sistem Semi Online

Quipperian, sebenarnya pelaksanaan UNBK tidak sepenuhnya online. Soal-soal UNBK akan dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal. Lalu, peserta UNBK akan dilayani oleh server lokal secara offline. Nantinya, hasil ujian akan dikirim kembali ke server pusat secara online. Tapi, tetap saja sekolah wajib  memiliki jaringan internet yang kuat agar nantinya pelaksanaan UNBK tidak menemui kendala apapun.

Bagaimana Caranya Kamu Mendapatkan Latihan Soal Ujian Nasional SMA?

3. Dilakukan Secara Bertahap

Pelaksanaan UNBK tidak terlepas dari yang namanya pro dan kontra. Meski begitu, sepertinya Kemendikbud merasa cukup puas dengan hasil yang mereka dapat. Buktinya, mereka akan kembali menyelenggarakan UNBK pada tahun depan. Sebenarnya, UNBK 2015 masih bersifat percontohan (piloting). Itulah mengapa Kemendikbud menerapkan UNBK secara bertahap dan belum semua sekolah dapat mengikuti sistem UN terbaru ini.

4. Meningkatnya Jumlah Sekolah yang Terdaftar

Pada tahun 2015, ada 556 sekolah yang terdaftar menjadi peserta UNBK, yakni 42 SMP/MTs, 135 SMA/MA, dan 379 SMK di 29 provinsi dan luar negeri. Sekolah-sekolah tersebut merupakan sekolah unggulan dengan standar khusus yang ditetapkan Kemendikbud. Untuk tahun 2016, jumlah sekolah yang akan mengikuti UNBK diperkirakan akan meningkat. Jumlah tersebut kemungkinan akan naik hingga kurang-lebih 2000 sekolah.

5. Harus Log In Sebelum Mengerjakan

Proses pelaksanaan UNBK diawali dengan memasukkan username dan password berupa kode angka pada layar komputer. Kamu cukup menyalin kedua data tersebut dari kartu ujian yang telah diberikan oleh pihak sekolah. Jadi, tentu saja kamu wajib membawanya saat ujian. Setelah melakukan log in, petugas operator akan memberikan kode token untuk membuka soal. Kamu tidak akan bisa mengakses soal apabila kamu belum melakukan log in.

6. Hati-Hati dengan Durasi Waktu

Begitu soal dapat diakses, waktu pada komputer akan langsung berjalan. Apabila waktu pelaksanaan tersebut habis, sistem UNBK akan langsung melakukan log out secara otomatis dari akunmu sehingga kamu tidak akan bisa kembali melihat soal. Maka dari itu, pastikan bahwa data dirimu telah terisi dan semua soal telah kamu jawab dengan benar. Coba bayangkan apabila ada soal yang belum kamu isi dan sistem telah ter-log out. Hal tersebut pasti akan membuatmu kehilangan poin.

7. Menghemat Anggaran Negara

Selain menekan kemungkinan adanya kebocoran soal ujian. Kemendikbud menilai bahwa UNBK mampu menekan anggara pengadaan dan penggandaan kertas ujian. Hal ini terbuktu dari hematnya anggaran negara hingga 30%. Umumnya, CBT membutuhkan biaya pencetakan 35 juta ekesmplar naskah soal yang mencapai 560 miliar rupiah dan biaya pendistribusian soal yang mencapai 80 juta rupiah per wilayah. Dengan adanya UNBK, negara bisa mengalihkan biaya tersebut untuk hal-hal penting lainnya.

Soal Ujian Nasional SMA 2016 yang Bisa Kamu Kerjakan Ketika Waktu Senggang!

8. Tidak Perlu Khawatir Listrik Padam

Salah satu hal yang menjadi kekhawatiran peserta UNBK adalah adanya kemungkinan listrik padam, mengingat bahwa komputer yang digunakan membutuhkan daya listrik agar dapat menyala. Tenang saja, Quipperian. Pemerintah telah meminta pihak sekolah untuk menyiapkan alat pemasok daya tanpa gangguan pada tiap komputer. Perangkat etrsebut mampu memberikan suplai listrik selama delapan jam apabila listrik dari PLN mendadak terputus.

9. Jadwal Pelaksanaan Lebih Lama

Umumnya, CBT dilaksanakan selama tiga sampai empat hari. Tetapi, UNBK 2015 lalu diselenggarakan dalam waktu seminggu. Hal ini disebabkan oleh adanya pembagian tiga sesi ujian agar dapat diikuti oleh seluruh peserta UNBK secara bergantian karena terbatasnya jumlah komputer pada tiap sekolah. Karena sistem tersebut, hanya ada satu mata pelajaran yang diujikan pada UNBK per harinya, membuat jadwal pelaksanaan menjadi lebih lama.

10. Penyusunan Soal Berdasarkan Dua Kurikulum

Kamu mungkin sudah sering mendengar kabar tentang adanya dua kurikulum yang diterapkan pada sekolah-sekolah di Indonesia, yakni Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13). Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pun akhirnya menggunakan sistem titik singgung untuk menyusun soal-soal UN 2016. Jadi, kamu tidak perlu khawatir akan menemukan soal dengan materi yang tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya.

sumber : https://video.quipper.com/id/blog/10-informasi-penting-yang-harus-kamu-ketahui-tentang-ujian-nasional-online


Berita Lainnya




Notice: Use of undefined constant status_komentar - assumed 'status_komentar' in /home/sman8tan/public_html/file/tema/edisi_spesial/konten.php on line 459

Tinggalkan Komentar


Nama *
Email * Tidak akan diterbitkan
Komentar *
security image
 Masukkan kode diatas
 

Ada 0 komentar untuk berita ini