Banner
Perpustakaan Nasional
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Mengapa Anda Memilih SMAN 8 Tangerang
Salah satu pilihan Favorit
Kualitas sekolah yang bagus
Jarak sekolah dekat dengan rum
Banyak teman di sekolah ini
  Lihat
Statistik

Total Hits : 18656
Pengunjung : 4196
Hari ini : 40
Hits hari ini : 203
Member Online : 0
IP : 54.81.0.22
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

sman8tangerang@yahoo.co.id    smandelta@gmail.com
Agenda
24 May 2018
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

JK Sebut Pendidikan Harus Bisa Secanggih Sistem Ojek Online

Tanggal : 10/26/2017, 13:57:16, dibaca 52 kali.

Liputan6.com, Makassar - Wakil Presiden Jusuf Kalla melakukan kunjungan kerja ke Makassar, Sulawesi Selatan. Dia bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meninjau dan meresmikan sistem online dalam dunia pendidikan di Sulsel, yang diberi nama JK e-Panitra Centre.


Pada kesempatan itu, pria yang akrab disapa JK ini meminta agar para guru harus lebih mengikuti perkembangan teknologi. Jika tidak, murid akan bisa jauh lebih pintar.


"Guru harus mengikuti perkembangan. Kalau tidak bahaya, bisa-bisa murid lebih pintar dari guru. Karena ilmu itu bisa diperoleh kapan saja, di mana saja. Bisa pakai Google," kata JK di Kantor Dinas Pendidikan Sulsel, Jumat (28/7/2017).

Dia berharap, sistem JK e-Panitra Centre ini bisa membuat guru selalu mengikuti silabus dan sistem yang terus diperbarui dengan kondisi yang ada. Kinerja guru pun bisa dipantau, baik dalam sistem pengajarannya maupun kelakuannya.


Hal tersebut bisa dilakukan dengan meniru sistem ojek online. Sistem ojek online bisa mengawasi para pengemudinya, apakah memberikan pelayanan terbaik atau tidak.


"Gojek saja bisa memantau yang punya pengemudi ratusan ribu. Masak 12 ribu guru di sini, enggak bisa dipantau?" ungkap Jusuf Kalla.


Namun, ini bukan berarti pemerintah tidak percaya kepada guru. Justru, lanjut dia, pemerintah ingin kualitas guru semakin baik. Terlebih dia percaya, apapun sistemnya, kunci utama guru tetap pada kejujuran.


"JK e-Panitra ini bukan tidak percaya kepada guru. Tetapi agar sistem itu jalan. Apabila murid harus sekolah jam 07.50 masuknya, guru harus lebih dulu (hadir)," tegas Jusuf Kalla.


Sementara, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menuturkan sistem ini dibangun agar anak-anak di Sulsel mempunyai karakter dan cerdas. Dia juga tidak ingin anak-anak di Sulsel tak ketinggalan dengan negara lain.


"Kita tak mau anak-anak kita ketinggalan dengan di Jepang dan Thailand. Kita terapkan gayanya Pak JK dalam sistem ini," tandas Yasin.


JK e-Panitra Centre menyediakan beberapa sistem, di antaranya absensi online, e-learning, video conference, entertainment & news, e-polling, guru untuk data pendidikan, e-budgetting, dan CCTV sekolah.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas